Membangun Desa Tanggap Darurat di Lereng Gunung Lawu: Cerita Pengabdian Mahasiswa UNUSA di Desa Hargomulyo
"Belajar dari masyarakat, tumbuh bersama masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat." Kalimat tersebut menjadi semangat yang mengiringi pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PKMM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) di Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi.
Selama hampir tiga minggu, mahasiswa bersama pemerintah desa dan masyarakat berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui mitigasi bencana, keselamatan kerja, promosi kesehatan, hingga pemberdayaan sosial demi mewujudkan Desa Tanggap Darurat.
Awal Pengabdian: Menjalin Sinergi dengan Pemerintah Desa
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi PKMM-KKN di Balai Desa Hargomulyo. Pada kesempatan tersebut, tim mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus memaparkan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Pemerintah Desa Hargomulyo menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap seluruh kegiatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Momen pembukaan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal budaya lokal masyarakat Ngawi. Salah satu tradisi yang dikenalkan adalah kebiasaan memberikan tepuk tangan setelah salam sebagai bentuk penghormatan kepada tamu dan pembicara. Suasana hangat tersebut menjadi awal terjalinnya hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat.
Belajar Budaya Melalui Partisipasi dalam Hari Jadi Kabupaten Ngawi
Tidak hanya menjalankan program kerja, mahasiswa juga terlibat aktif dalam kegiatan budaya daerah. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ngawi, mahasiswa ikut membantu persiapan hingga pelaksanaan ziarah ke makam Patih Ronggolono dan Putri Campa.
Sehari sebelum acara, mahasiswa bergotong royong membantu warga menyiapkan konsumsi dan perlengkapan kegiatan. Pada hari pelaksanaan, mahasiswa turut mendistribusikan perlengkapan prosesi ziarah hingga ke area makam yang berada di atas bukit. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menjadi Bagian dari Kehidupan Masyarakat
Selama berada di Desa Hargomulyo, mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah direncanakan, tetapi juga ikut merasakan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Mahasiswa turut membantu kegiatan rewang saat warga mengadakan hajatan, mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan, serta menjalin koordinasi dengan Karang Taruna dan Sinoman Setya Bakti. Kehadiran mahasiswa diterima dengan baik sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang hangat.
Melalui kegiatan-kegiatan sederhana tersebut, mahasiswa belajar bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh ilmu yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan dan kebersamaan dengan masyarakat.
Edukasi Keselamatan Kerja bagi Petani
Sebagai program utama PKMM-KKN, mahasiswa menyelenggarakan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pertanian, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), serta promosi kesehatan kepada petani dan ibu-ibu PKK.
Sebanyak 47 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Hargomulyo. Materi yang diberikan meliputi bahaya kerja di sektor pertanian, dampak paparan pestisida, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga praktik pertanian yang aman dan sehat.
Kegiatan semakin menarik dengan adanya demonstrasi penggunaan APD secara langsung serta skrining kesehatan kerja bagi para petani. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berlangsung selama kegiatan.
Jalan Sehat, Membangun Kebersamaan
Kesehatan masyarakat juga dipromosikan melalui kegiatan Jalan Sehat Dusun Ngetrep yang bekerja sama dengan Sinoman Setya Bakti.
Sekitar 150 warga dari berbagai usia mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Diawali dengan senam bersama, peserta kemudian menempuh rute jalan sehat mengelilingi dusun sebelum akhirnya mengikuti pengundian hadiah.
Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.
Menanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini
Mahasiswa juga mengunjungi SDN Hargomulyo 2 untuk memberikan edukasi mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan penanganan kasus tersedak (choking).
Melalui metode demonstrasi dan praktik sederhana, siswa diajak mengenali tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga anak-anak terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Harapannya, budaya keselamatan dapat ditanamkan sejak usia dini sehingga anak-anak lebih siap menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.
Meningkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana
Sebagai desa yang berada di lereng Gunung Lawu, kesiapsiagaan terhadap bencana menjadi salah satu fokus utama program KKN.
Mahasiswa menyelenggarakan sosialisasi kebencanaan yang membahas potensi bencana di wilayah Desa Hargomulyo, langkah mitigasi, Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support/BLS), hingga praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga melakukan simulasi secara langsung sehingga memiliki pengalaman praktis dalam menghadapi kondisi darurat.
Menciptakan Lingkungan yang Lebih Aman Melalui Safety Sign
Sebagai bentuk implementasi budaya keselamatan, mahasiswa bersama pemerintah desa melakukan pemasangan berbagai safety sign di lokasi-lokasi strategis.
Beberapa rambu yang dipasang antara lain jalur evakuasi dan titik kumpul di Balai Desa, rambu "Awas Banyak Anak-Anak" di kawasan sekolah, rambu peringatan di Air Terjun Pengantin, serta pemasangan kaca cembung di persimpangan jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Keberadaan rambu-rambu tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagi Ilmu di TPA Al Amin
Selain program kesehatan dan kebencanaan, mahasiswa juga berkontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan melalui kegiatan mengajar di TPA Al Amin.
Setiap akhir pekan, mahasiswa mendampingi anak-anak belajar membaca Al-Qur'an, menghafal surat pendek, mempraktikkan salat, serta mengenal kisah para nabi. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan sehingga anak-anak semakin bersemangat belajar.
Menutup Pengabdian dengan Harapan Keberlanjutan
Menjelang berakhirnya masa KKN, mahasiswa memaparkan seluruh hasil program kepada Pemerintah Desa Hargomulyo.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan berbagai capaian program, evaluasi pelaksanaan, serta rekomendasi agar kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Program PKMM-KKN ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif. Tidak hanya meningkatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana dan kesehatan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kemandirian masyarakat.
Melalui pengabdian ini, mahasiswa UNUSA tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk terus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat, aman, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Komentar
Posting Komentar